PEMILIHAN kepala daerah di Sulsel dalam kurun 2012-2014 nanti mulai memancarkan pesonanya. Hingar-bingarnya pun kian menyedot perhatian publik.
Persaingan antarkandidat mulai tak terelakkan. Jalan protokol hingga gang sempit ke perkampungan tak ubahnya medan perang terbuka pertama bagi kandidat menggaet simpati massa.
Daya pikat pilkada tak hanya hanya memunculkan figur-figur baru, bahkan sejumlah pemain lama pun masih penasaran untuk menjajalnya kembali.
Kegagalan di pilkada sebelumnya tak lantas membuat mereka patah semangat. Bukankah kegalan adalah kesuksesan yang tertunda, demikian dalih mereka.
Sabtu, 14 Januari 2012
Sabtu, 07 Januari 2012
Golkar Makassar Langgar Mekanisme
Teka-teki lambannya proses penetapan Ketua DPRD Kota Makassar defenitif mulai terkuak. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo terpaksa angkat suara karena tim tujuh yang dipercaya untuk menanganinya tak jua berkutik.
Tim tujuh yang beranggotakan tujuh orang dari jajaran elite dan senior di Golkar Sulsel seperti tak memainkan perannya. Keadaan tersebut memaksa Syahrul untuk turun gunung.
Tim tujuh terdiri dari Sekretaris Golkar Sulsel Pangeran Rahim (Ketua BK DPRD Sulsel, Ketua Bidang Organisasi Muh Roem (Ketua DPRD Sulsel), Korwil Golkar Makassar Yagkin Padjalangi (Ketua Komisi E DPRD Sulsel),
Tim tujuh yang beranggotakan tujuh orang dari jajaran elite dan senior di Golkar Sulsel seperti tak memainkan perannya. Keadaan tersebut memaksa Syahrul untuk turun gunung.
Tim tujuh terdiri dari Sekretaris Golkar Sulsel Pangeran Rahim (Ketua BK DPRD Sulsel, Ketua Bidang Organisasi Muh Roem (Ketua DPRD Sulsel), Korwil Golkar Makassar Yagkin Padjalangi (Ketua Komisi E DPRD Sulsel),
Jumat, 06 Januari 2012
Protes PDK Awalnya Saja Panas
PREDIKAT sebagai partai pengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2007 lalu, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) membuat sikap politis PDK di Pilgub Sulsel 2013 nanti pantas untuk dinanti.
Apalagi belum lama ini Presiden PDK Sayuthi Asyathri, memekikkan kata-kata pedas nan memekakan telinga. Syahrul dituding mengacuhkan PDK dan lebih memperhatikan partai yang dipimpinnya, Partai Golkar.
Syahrul dianggap tidak memberikan porsi perhatian seimbang antara PDK yang telah mengantarkannya bertahta di kursi gubernur dengan Golkar yang tidak lain adalah partai yang ia lawan di pilgub lalu.
Apalagi belum lama ini Presiden PDK Sayuthi Asyathri, memekikkan kata-kata pedas nan memekakan telinga. Syahrul dituding mengacuhkan PDK dan lebih memperhatikan partai yang dipimpinnya, Partai Golkar.
Syahrul dianggap tidak memberikan porsi perhatian seimbang antara PDK yang telah mengantarkannya bertahta di kursi gubernur dengan Golkar yang tidak lain adalah partai yang ia lawan di pilgub lalu.
Kamis, 05 Januari 2012
Karena Politik, Kakek Minta Dipanggil Kakak
Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem mengaku lebih senang jika disapa dengan sebutan "Kak Roem". Katanya sebutan kakak akan lebih mengakrabkan komunikasi layaknya seorang kakak dengan adiknya.
Walau usianya telah menginjak kepala lima, dan sebenarnya lebih pantas untuk disapa "Kek Roem", namun politisi kawakan Golkar Sulsel ini mengaku lebih nyaman jika dipanggil kakak meski oleh kalangan mahasiswa semester awal atau oleh anak baru gede (ABG) sekalipun.
Sebagai seorang yng pernah menjabat sebagai Bupati Sinjai 10 tahun lamanya, anggota DPR RI dua tahunan, dan dua periode di DPRD Sulsel Roem bukan tipikal pejabat yang terikat dengan status sosial apalagi menjaga wibawa.
Walau usianya telah menginjak kepala lima, dan sebenarnya lebih pantas untuk disapa "Kek Roem", namun politisi kawakan Golkar Sulsel ini mengaku lebih nyaman jika dipanggil kakak meski oleh kalangan mahasiswa semester awal atau oleh anak baru gede (ABG) sekalipun.
Sebagai seorang yng pernah menjabat sebagai Bupati Sinjai 10 tahun lamanya, anggota DPR RI dua tahunan, dan dua periode di DPRD Sulsel Roem bukan tipikal pejabat yang terikat dengan status sosial apalagi menjaga wibawa.
Komandan Gubernur dan Juru Parkir
PUBLIK Sulsel tentu tak asing dengan kalimat "Dont Stop Komandan" yang menjadi tagline politis Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pencalonan dirinya di Pilgub Sulsel 2013 nanti.Meski dituliskan dalam bahasa "aneh" campuran Inggris dan Indonesia, tiga kata itu "renyah" untuk diucapkan. Dalam sekejap waktu, kata Komandan pun kemudian sangat identik dengan Sang Gubernur.
Sama seperti tagline yang digunakan di pilgub sebelumnya, "Dont Look Back", tagline "Dont Stop Komandan" pun dengan cepat menjadi familiar di bibir dan telinga publik.
Langganan:
Postingan (Atom)



