Jumat, 06 Januari 2012

Protes PDK Awalnya Saja Panas

PREDIKAT sebagai partai pengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2007 lalu, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) membuat sikap politis PDK di Pilgub Sulsel 2013 nanti pantas untuk dinanti.
Apalagi belum lama ini Presiden PDK Sayuthi Asyathri, memekikkan kata-kata pedas nan memekakan telinga. Syahrul dituding mengacuhkan PDK dan lebih memperhatikan partai yang dipimpinnya, Partai Golkar.
Syahrul dianggap tidak memberikan porsi perhatian seimbang antara PDK yang telah mengantarkannya bertahta di kursi gubernur dengan Golkar yang tidak lain adalah partai yang ia lawan di pilgub lalu.
Saking berangnya, Sayuthi bahkan menginstruksikan jajaran PDK di Sulsel untuk mencatatnya sebagai pelajaran berharga bagi partai agar tidak terulang di masa yang akan datang.
“Ini persoalan etika berpolitik, tolong DPP PDK Sulsel catat ini untuk jadi salah satu pelajaran di pilgub nanti,” kata Sayuti saat itu.
Meski di tingkatan pusat PDK bukan termasuk partai yang mendapat kursi di DPR RI namun teriakan lantang elite PDK tidak serta merta dipandang sebelah mata.
Untuk tataran politik lokal Sulsel PDK masih patut untuk diperhitungkan dengan dukungan 54 orang kadernya yang bertengger sebagai legislator dan tujuh kursi yang dikuasai di DPRD Sulsel.
PDK serius menatap pilgub Sulsel 2013 nanti. Sehari menjelang hajatan digelar, Rabu (4/1) pimpinan kabupaten/kota dan elite PDK berkumpul di Hotel Kenari Tower Makassar untuk menggelar rapat pimpinan.
Pelaksanaan rapim PDK bukan tanpa alasan dan tujuan tapi untuk merumuskan sikap dan pernyataan politisnya, terutama arah dukungan di pilgub nanti.
"Kalau deklarasi untuk dukungan di pilgub masih belum pasti, tergantung presiden saja. Tapi kalau deklarasi pencalonan Pak Adil Patu di Pilwalkot Makassar sudah pasti," kata Ketua DPK Kota Makassar, Syamsu Niang, Rabu (4/1).
Sayuthi yang kembali dihubungi Tribun pada Rabu (4/1) tidak segarang sebelumnya. Mantan politisi Senayan ini menyerahkan sepenuhnya arah dukungan PDK di pilgub Sulsel nanti kepada Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PDK untuk merekomendasikannya.
Jika sebelumnya Sayuthi, tampil dengan luapan amarah yang tak terbendung, maka kali ini ia seperti tampil tanpa greget bahkan lebih sejuk.
Mantan politisi PAN ini menilai, DPP PDK lebih mengetahui kondisi riil Sulsel ketimbang dirinya.
"Kalau untuk pilgub Sulsel nanti saya kira DPP lebih mengetahui kondisi riilnya. Saya serahkan semuanya sama Pak Adil Patu karena dia yang lebih tahu kondisi riil dan peta politik di Sulsel," katanya.
Menurutnya, selama tidak bertentangan dengam prinsip dan ideologi partai yang dipimpinnya, ia mengaku akan mendukung saja apa yang direkomendasikan oleh DPP PDK Sulsel.
Ia menyebut kriteria pemimpin yang disukai oleh PDK adalah yang berani mengambil keputusan, revolusioner, dan memiliki keberpihakan kepada rakyatnya. Tanpa itu, PDK jangan harap namanya akan dipertimbangkan di dapur PDK.
Meski pernyataan Presiden PDK terdengar sangat sepanas di awal-awal,namun pada kenyataannya PDK dan Golkar Sulsel tetap harmonis, akhir yang sejuk bukan?(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.