PUBLIK Sulsel tentu tak asing dengan kalimat "Dont Stop Komandan" yang menjadi tagline politis Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pencalonan dirinya di Pilgub Sulsel 2013 nanti.Meski dituliskan dalam bahasa "aneh" campuran Inggris dan Indonesia, tiga kata itu "renyah" untuk diucapkan. Dalam sekejap waktu, kata Komandan pun kemudian sangat identik dengan Sang Gubernur.
Sama seperti tagline yang digunakan di pilgub sebelumnya, "Dont Look Back", tagline "Dont Stop Komandan" pun dengan cepat menjadi familiar di bibir dan telinga publik.
Kapanpun dan dimanapun, kalimat itu akan dengan sangat mudah ditemukan baik di warung kopi, jalan raya, sarana umum, pasar tradisional dan modern, hingga di instansi-instansi pemerintahan akan ada saja dijumpai kalimat tersebut lengkap dengan gambar Sang Komandan Syahrul yasin Limpo.
Meski kini telah dikenal oleh publik banyak dan seolah kini menjelma laiknya sebuah virus yang menjangkiti publik, namun tidak banyak orang yang mengetahui asal muasal "lahirnya" Komandan itu.
Percaya atau tidak percaya, ide brilian "Dont Stop Komandan" awalnya terlontar dari seorang juru parkir salah satu warung kopi di bilangan Boulevard, Panakkukang, Makassar.
Adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, menceritakan kata "Komandan" lahir begitu saja.
Kejadian bermula saat ia "sembarangan" memarkirkan kendaraannya sewaktu nongkrong di warung kopi bersama rekan-rekannya untuk merumuskan tagline terbaru Syahrul untuk menangkis baliho dan tagline rivalnya yang lebih dulu beredar.
Namun, setelah berjam-jam rembukan belum juga menghasilkan karya. Kentalnya kopi dan sengatan kafein tak jua membangkitkan imajinasinya, begitu pun dengan sejawarnya, intinya saat itu mereka dirundung kebuntuan.
Di tengah keputusasaan, seorang juru parkir warung kopi yang ditempatinya datang menghampiri dan menanyakan kunci kontak untuk memindahkn mobilnya karena menghalangi jalan mobil lain yang hendak keluar parkir.
"Tabe (maaf), ada kunci kontak mobil ta, Komandan,?" katanya kepada Irman.
"Tidak tau kenapa saya langsung connect waktu tukang parkit itu bilang komandan, ini yang pas. Tinggal dicari lagi paduan katanya supaya lebih pas dan greget," kata pria yang biasa disapa None itu saat ditemui di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel beberapa waktu lalu.
Berkat jukir itul, tidak butuh waktu lama untuk menentukan paduan kata yang pas untuk disandingkan dengan kata Komandan, namun tetap mencerminkan diri seorang Syahrul.
Dalam setiap pertemuan formal dengan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Sulsel, Syahrul sering memberikan doktrin dan motivasi untuk tidak berhenti, bahkan bila perlu berlari untuk berkarya dan melayani rakyat "Dont Stop, Ayo Run (lari),"
"Kata Dont Stop-nya kita ambil kemudian digabungkan dengan kata Komandan tadi. Jadilah Dont Stop Komandan. Itu awalnya," kata None.
Predikat Syahrul sebagai Komandan pun semakin melekat setelah ia terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Syahrul Komandan para gubernur, katanya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.